Quantity over Quality

Muka serius neh...
Sebuah renungan seorang preme mencermati *bisanya cuma mencermati* keadaan jardiknas kabupaten banyumas. Tulisan ini hanyalah pemikiran pribadi saja, TIDAK ada tendensi apapun maupun bermaksud memojokkan pihak manapun, sebuah harapan untuk memotivasi diri saya sendiri *syukur yang lain ikut termotivasi* perbedaan pendapat adalah sebuah dinamisme kehidupan, namun disini kembali saya tekankan, TIDAK BERMAKSUD MEMOJOKKAN SIAPAPUN. Apabila tidak setuju atau tidak senang dengan tulisan ini dipersilahkan untuk tidak membaca *gampang kan*

berdasarkan data yang diperoleh dari jardiknasjateng.org.
100 orang mahasiswa d3tkj (termasuk saya sendiri) yang terdaftar sebagai penerima beasiswa biro PKLN dan sekarang kuliah di Akademi Teknik Telekomunikasi Sandhy Putra Purwokerto. ~Wow ternyata banyak yah? *kaget apa pura-pura kaget*

Idealnya, apabila dibandingkan dengan topografi dan luas wilayah kabupaten banyumas jumlah 100 orang mahasiswa yang disebut diatas, menurut saya semestinya jardiknas banyumas bisa menjadi yang terdepan diantara kabupaten lain di eks karasidenan banyumas. Tanpa bermaksud mengecilkan peran dan perjuangan rekan-rekan mahasiswa dan semua pihak terkait yang telah benar-benar berjuang demi lancarnya pelaksanaan program jardiknas ini, ternyata kalau dibandingkan dengan tetangga kabupaten kita sebagai contoh saja *yang saya perhatikan* kabupaten Purbalingga, saya merasa malu.

apa yang mendasari tulisan saya diatas mungkin hanya pemikiran childish saya saja, kalo inget pepatah
“rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau”
Begitukah? lha wong yang saya liat memang gitu trus gimana?…
Berusahalah untuk menghijaukan rumputmu sendiri :lol:

Dari blognya ict-center purbalingga saja sudah kelihatan, bagaimana semangatnya mahasiswa asal purbalingga dalam menjalani kewajibannya sebagai mahasiswa tkj, silahkan baca sendiri saja. Pengorganisiran serta pembagian tugas & wilayah ‘kerja’ juga terlaksana dan terkontrol dengan baik, walaupun rasanya tidak fair apabila dibandingkan dengan jumlah klien jardiknas dikabupaten banyumas dan purbalingga. 90 klien jardiknas Banyumas (menurut data dari ICT) dan untuk klien di Purbalingga saya belum mendapat data pastinya, berapakah jumlah klien yang ‘ON’?? saya malu untuk menjawab, maaf…
mas Narto juga sering menulis tentang hal ini di blognya, biasanya cuma gara-gara masalah sepele saja klien itu menjadi berstatus ‘OFF’, saya sangat menghargai semangat dan kesabaran beliau menghadapi klien yang banyak rewelnya itu, pertanyaan saya ‘lho cuman dia aja yang kerjaannya muter2 mbenerin jardiknas ya?’ ~ maaf saya tidak tau pasti jawabnya, menurut dugaan saya ya iya…mungkin… maaf apabila saya salah.

Disela-sela waktu kuliah sering saya ngobrol-ngobrol dengan mereka, sering pula mendapat ajakan dari mahasiswa asal purbalingga

prem, kita mau kumpul2 nih, kamu ikut ya….kita mau tanya-tanya sama kamu, mau diskusi … atau mau benerin ini-itu.. etc.. bahkan mau refreshing segala… :lol: ”

Meskipun maksudnya mengajak saya ikut hanya karena kebetulan saya akrab dengan mereka, namun alangkah ‘indahnya’ ketika ajakan itu datang dari teman-teman seregional saya dikabupaten ini. Namun sayangnya belum pernah saya mendapatkan hal seperti itu kecuali kalau ada pengumuman dari ICT – itupun sebatas kalau ada kegiatan transfer info *yang sedikit sekali* jadi kurang ‘greget’ gitulah…

Ditambah lagi menerima kenyataan bahwa berdasarkan uji kompetensi dan sertifikasi terutama KKPI ternyata mahasiswa yang dari banyumas banyak yang ‘bermasalah’ dan mengakibatkan tidak lulus semester ini ~Duhh… sekitar 17 orang dinyatakan tidak lulus semester ini (berarti jumlah tadinya 117 orang).

Pie ki anak-anak banyumas kok KKPI’nya banyak yang ga lulus??..kamu banyumas kan??
kata mas Asep

mbuhlah, aku be jane raiso ngetik 10 jari kok… hwakakakak…
setengah bercanda menjawab pertanyaan itu….
sudahlah, lupain itu, nanti juga ada lagi sertifikasi si monster : JENI *mampuslah* permohonan saya untuk ikut gabung diproyek jen1us *padahal rangerti java babar blas* belum diperbolehkan sebelum saya menyumbang revisi pada SVN repositorynya *blom smpet, maaf pak frans & om kadek* ~Intermezzo sapa tau dapet bocoran soal (wkwkwkwk niate elek pisan…)

okey then, intinya apa sih?.. well kembali ke judul, quantity over quality…
Quantity & quality, manakah yang kudu lebih baik? quality, or quantity?? untuk kasus ini mungkin tidak dapat dengan mudah ditarik kesimpulan dari satu sisi saja, quality adalah hal yang mutlak agar sesuatu dapat terlihat ‘baik’ dan berjalan dengan semestinya, namun harus juga diimbangi dengan quantity yang memadai pula, namun quantity yang lebih dari memadai tanpa adanya quality disitu akan terasa sia-sia dan hanya menjadikan disefisiensi kinerja dan mungkin pemborosan sumberdaya lainnya, and so, menyikapi hal seperti ini langkah apa yang perlu dilakukan??..

mari mulai dari diri kita sendiri
pertama, saya saja lah ya, perlu kembali ditegaskan dan ditanamkan tentang Kewajiban *belum ngomong hak dululah* saya sebagai mahasiswa teknisi dapodik. apakah kewajiban itu sendiri? well, itupun masih absurd, saya masih berpegang pada MOU yang saya tandatangani, kewajiban sebagai mahasiswa adalah magang dalam jangka waktu yang sudah ditentukan, itu saja diantara yang tertera dalam MOU (yang jelas) selain itu? ada juga sih yang tentang perawatan jaringan, komputer, dan lain-lain namun yang digarisbawahi dari poin-poin diatas adalah bahwa kewajiban tersebut hanyalah antara pihak Institusi yang ditempati magang dengan mahasiswa itu sendiri, jadi mungkin dari situlah akar ke’tidakpedulian’ terhadap jardiknas secara global. Secara psikologis mungkin saya berpikir:
Toh ditempat magang saya beres, nggak konek ya tinggal telpon teknisi – sudah

Kembali lagi ke quantity over quality (maaf kalo loncat-loncat + ra nggenah).. dari fakta2 bahwa
banyak yang gak lulus
kurang peduli
kurang koordinasi
Kok mau tidak mau dalam hati saya menanyakan tentang ‘kualitas’ itu sendiri… maaf sekali lagi maaf, bukan under estimate atau apa, cuman keraguan saja yang timbul dari fakta yang saya lihat. Kadang saya tidak tega untuk menulis kenyataan yang saya lihat, karena kadang saya hanya melihat dari satu sisi saja, maka tolong bukakan sisi lain yang tidak saya lihat, maafkan pribadi yang selalu bertanya ini.

Nah sekarang yang bisa kita lakukan adalah bagaimana agar berbalik menjadi quality over quantity, caranya? hmm apa ya?… yah banyak belajar kali yah, terutama pada bidang yang sedang kita dalami sekarang ini, banyak berlatih, banyak aplikasi (kedengarannya klise sekali ya?) yang jelas tetap semangat!!


If you like this blog please take a second and subscribe to my rss feed

Tags: , , , , , , , , , ,

Comments: 7 comments

All the fields that are marked with REQ must be filled

  • kost_03
    March 29th, 2008 at 6:48 am

    hmmmm…cukup panjang X lebar jg…wkwk… :lol:

    kalo bicara tentang jardiknas (sorry juga, mungkin agak terkesan sok tau)sebenernya cukup kompleks… mulai dari atas sampai ke bawah.
    dan menurut pengamatan saya (cieeeeeh….sok mengamati juga :mrgreen: ), untuk jardiknas wilayah banyumas, khususnya untuk pihak mahasiswa, kelihatannya kurang begitu semangat (maaf neh…). Orangnya itu2 saja yang terlihat semangat, merasa memiliki, dan sedikit banyak tau tentang hak dan kewajiban mahasiswa jardiknas.
    Memang, untuk membangun sebuah kekompakan, kebersamaan itu sangat susah. Hal ini dapat saya rasakan pada wilayah saya sendiri(Purbalingga). Bahwa ICT Purbalingga bisa menjadi seperti sekarang ini bukanlah merupakan perjuangan yang gampang, banyak mahasiswa yang memiliki semangat cukup tinggi, tapi tidak sedikit juga yang taunya cuma berangkat kuliah, magang, tidak tau persis apa saja hak dan kewajiban seorang mahasiswa jardiknas (seperti saya mungkin :lol: ).sing penting beasiswa caiiiir…

    Beruntung mana si, jardiknas purbalingga dibandingkan dengan banyumas. Jardiknas Banyumas sudah punya ruang ICT sendiri, sedangkan purbalingga masih numpang di sebelah ruang server yang cukup sempit, yang apabila semua mahasiswa jardiknas pbg kumpul, rasanya cukup sumpek, penuh si.Mungkin hal itulah yang membuat mahasiswa2 purbalingga berinisiatif membuat sebuah basecamp sendiri yang terpisah dengan ICT. Meskipun biaya dari semua itu sebagian besar didapat dari iuran mahasiswa pbg semua angkatan. Makanya, anak2 pbg sering mengajak mahasiswa2 dari ict lain untuk ikut bareng kumpul anak2 pbg, siapa tau bisa termotivasi :grin: .

    duuh..apalagi ya?
    yang jelas, semangat memiliki dan mengembangkan jardiknas harus tetep dijaga, untuk kemajuan bangsa kita.

    wes ah….bingung.

  • PREME
    March 30th, 2008 at 12:20 am

    :mrgreen: serius yha keliatannya? emang serius kok…

    hehe nah ‘kan disini juga ada komparasi lagi anda bilang beruntung banyumas, wkwkwkwk, ya dari satu sisi bisa dibilang seperti itu, cuman apalah artinya punya fasilitas kalau mahasiswanya kurang dapat mengoptimalkan fasilitas itu sendiri? justru itu mungkin, sesuatu yang didapat dengan perjuangan dan jerih payah, akan lebih meningkatkan rasa memiliki, daripada yang apa-apa sudah tersedia, tinggal pake, dampaknya ya rasa memiliki itu yang kurang jadi muncul sikap apatis terhadap kondisi jardiknas itu sendiri.

    makasih banget tambahan dan motivasinya, tetap semangat bro.. :razz:

  • kost_03
    March 30th, 2008 at 5:43 pm

    cukup serius juga… :lol:

  • priest
    March 30th, 2008 at 9:32 pm

    semua ada penghalangnya bos..paling sebel kalau ada salah satu yang “mentaih” kaya gt lah bahasa yang sering mas danu bilang saat ge semangat2 e ngasih motivasi,buat suatu kesadaran memajukan “rumah kita”.
    tiap tempat ada kendala,,tapi beruntungnya kita karena masih punya”setitik mata air ditengah gurun pasir yang tandus”.wew.kaya sastra saja.mata air itu gw tujukan buat temen2 kita yang mau kerja rodi,kerigan walo cuma segelintir orang saja.
    dari merekalah sumber kehidupan “rumah kita” mereka lah motor kita yang ga lelah menjalankan laju langkah kita walau kadang dari dalam sendiri timbul “acuh tak acuh”…yang bisa gw bilang”menyedihkan”

    inget ga kata pak tofik?? kita mesti punya prinsip”metal” ( ga nyambung yah?? ) bodo amat.coz gw suka kata “metal”nya…:D wakakakkakakkka…

  • PREME
    March 31st, 2008 at 11:44 am

    wekekek, prinsip ‘metal’ setuju men!!… :D

  • sunarto
    April 2nd, 2008 at 9:32 pm

    Kalo gak salah hitung, mhs jardiknas Bms yang aktif (peduli) kisaran 10% saja, yg lain mungkin sibuk dgn urusan masing2.
    Kapan sempatnya juga saya nggak tahu

  • PREME
    April 3rd, 2008 at 2:53 pm

    Saya sendiri bingung mas jujur, bukannya membela siapa-siapa, kalau yang saya sendiri rasakan, jadwal kuliah dan tugas-tugas (terutama semester ini) cukup bikin pusing, trus magang juga fulltime soalnya banyak sekali hal yang perlu dipelajari disamping mengerjakan tugas-tugas yang ada disini, contoh kecil saja setting server aja beberapa hari gak jadi-jadi (maklum pemula), trus routingnya, itu saja saya merasa beruntung sekali karena dikasih kesempatan buat mencoba langsung, mungkin temen2 yang lain tidak seberuntung saya.

    kadang bahkan sampai harus dibawa kerumah (pusingnya) heheheh….

    sebisa mungkin saya coba membantu mas, tetep kontak saja yang penting


Best viewed using firefox