Titik jenuh Clock Speed Processor

June 29, 2008


FYI
Mitos yang ada dari dulu sampai sekarang untuk pengguna komputer yaitu mereka melihat performa processor hanya dari sisi Clock Speed.

Core

Padahal Clock Speed tidak merepresentasikan KECEPATAN Processor, melainkan hanya rentang frekuensi pembawa data dalam waktu satu detik (GHz). Clock Speed hanyalah media pembawa data, dan BUKAN data itu sendiri. Walaupun secara teoritis : makin banyak frekuensi dalam waktu satu detik, akan membuat kecepatan pengolahan makin meningkat. Tapi jika clock speed terlalu tinggi akan membawa konsekuensi lebih kepada “masalah”, bukan performa.

Jadi inget beberapa kurun waktu kebelakang, sekitar awal millenium 2000 dimana saat itu prosesor yang beredar dipasaran adalah berkisar antara 800-1.4 GHZ (awal genre Pentium 4), semua orang begitu mendewakan clock speed, banyak cara dari mulai tweaking bios sampe ke unlock processor multiplier rate, semua itu dilakukan buat menggenjot processor agar dapat bekerja dengan clock yang lebih tinggi, banyak diadain juga kontes-kontes overclock yang diseponsori oleh majalah-majalah komputer dan institusi IT pada waktu itu ~Gw juga punya 1 biji Pentium II 266MHz yang dioverclock menjadi 450 Mhz dan sampe sekarang masih setia menemani babeh dirumah & biasa dipake buat ngetik2 oleh beliau. Well itu jaman ‘dulu’ ~yang seolah-olah udah lama banget padahal baru ‘kemaren’, sekarang? Peningkatan clock speed sudah mencapai titik jenuh dimana apabila dipaksakan lagi dapat membawa kerugian, antara lain :

1. Panas yang berlebihan (over-heat).
2. Kebutuhan daya semakin besar (boros listrik) ~Meski tidak sepenuhnya benar.
3. Efek berisik yang ditimbulkan oleh Cooling Fan yang berputar berbanding dengan suhu.
4. Mempengaruhi suhu ruang casing, sehingga device lain di sistem arsitektur tsb ikut kena imbasnya, seperti RAM, HDD dan lainnya.
5. Generasi processor terbaru selalu memiliki jumlah transistor yang makin banyak (2 kali lipat) dan makin rapat. Itu artinya processor terbaru membawa konsekuensi panas yang makin tinggi.
6. Semua processor berbahan dasar silicon sudah memiliki Clock Speed dengan ambang batas tertentu. Jika melebihi kemampuannya, maka inti processor akan mengalami kerusakan.

Pada dasarnya clock speed memiliki batasan psikologis yang tidak boleh dilanggar, clock speed processor yang memiliki ambang batas antara 1,5 GHz ~ 2,5 GHz saja, jika sudah melebihi dari angka itu sudah TIDAK BERGUNA LAGI untuk pengolahan aplikasi yang ada saat ini. Maka dari itu vendor seperti Intel memikirkan cara untuk meningkatkan performa Processor tanpa harus menambah angka Clock Speed. Salah satu teknik yang ditempuh adalah dengan menambah jumlah CORE. CORE adalah “mesin utama” pada processor yang melakukan pengolahan data. Jika processor memiliki dua buah Core (atau Dual Core), itu dapat diibaratkan jika processor memiliki dua mesin. Apalagi jika menggunakan 4 core (Quad Core). Ada beberapa alasan Intel lebih memilih CORE daripada clock speed :

* Clock Speed Processor telah melewati angka psikologis, yaitu 2.5 GHz.
* Dari aplikasi benchmark mutakhir, didapati kenyataan bahwa performa Core 2 Duo jauh lebih unggul daripada Pentium D. Padahal Core 2 Duo memiliki clock speed yang jauh lebih rendah, dimana Pentium D juga menggunakan Dual Core. Core 2 Quad diklaim memiliki performa rata2 50% lebih baik daripada pendahulunya.
* Sebagian besar orang akan membuka aplikasi multitasking pada komputer mereka, yang lebih membutuhkan CORE daripada Clock Speed.
* Sebagian besar aplikasi menggunakan graphics dan database yang lebih membutuhkan kapasitas CACHE MEMORY daripada Clock Speed.
* Kapasitas RAM utama yang memadai, lebih penting daripada Clock Speed.
* FSB lebih penting untuk device lain (seperti RAM) daripada clock speed.

Menurut informasi, Intel akan fokus pada pengembangan CORE dan berambisi memasuki era Multi-Core dengan Core diatas 8 buah mulai tahun 2008. Ini menunjukkan betapa seriusnya pengaruh teknologi ini.
Yang perlu dipahami adalah, jumlah CORE akan memiliki efek positif apabila kita menjalankan aplikasi multitasking dan graphics dengan resolusi tinggi. Selain dari itu, pengaruhnya tidak akan terasa signifikan. Tapi itu bukan berarti saat ini kita tidak membutuhkan dual core, karena pada dasarnya multitasking adalah kegiatan yang umum kita lakukan di komputer. Begitu pentingnya masalah CORE ini, bahkan Intel Celeron saja nantinya dilengkapi fitur Dual Core juga.

4 responses to "Titik jenuh Clock Speed Processor"

dee said:
Monday, 30 June 2008

serem bgt tuh preme.. sampe ancur begitu lempengannya..

PREME said:
Monday, 30 June 2008

ahahah itu cuma ilustrasi aja kok nothing more :)

joanne said:
Wednesday, 2 July 2008

wow…
kamu benar2 mendalami hardware ya?

PREME said:
Wednesday, 2 July 2008

gak juga kok, cuman emang kebetulan seneng dan hobi aja :D

Leave a comment

Name : 
Mail : 
Website : 
Message :